Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah seorang mahasiswa semester v di salah satu perguruan tinggi swasta di medan. Saya juga seorang suporter sepak bola yang tergabung dalam smeck hooligan yg bertujuan mendukung PSMS Medan. memiliki seorang pacar yg bernama dian. seseorang yang menjadi inspirasi bagi saya dalam melakukan apapun.

Minggu, 20 Februari 2011

Fungsi ToolBox Pada adobe photoshop

Toolbox fungsinya sangat penting karena memudahkan kita. Berikut ini akan dijelaskan mengenai fungsi dari masing-masing tools yang terdapat pada toolbox Adobe Photoshop . Untuk cara penggunaan lebih detil masing-masing tools akan dijelaskan secara terpisah.

A. SELECTION TOOL
• A.1. Marquee Tool
Saat kita klik Marquee Tool kita bisa melihat ada 4 jenis marquee tool
1. Rectangular Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
Digunakan untuk membuat area selection berbentuk segi empat pada image.
2. Elliptical Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
Digunakan untuk membuat area selection berbentuk elips atau lingkaran pada image.
3. Single Row Marquee
Digunakan untuk membuat area selection satu baris pada image (ukuran tinggi selection adalah 1 pixel)
4. Single Column Marquee
Digunakan untuk membuat area selection satu kolom pada image (ukuran lebar selection adalah 1 pixel).
• A.2. Move Tool
Shortcut keyboard: V
Digunakan untuk menggeser/memindah selection, layers, dan guides.
• A.3. Lasoo Tool
(Shortcut keyboard: L, atau Shift + L untuk mengubah jenis Lasoo) Terdiri dari 3 jenis yaitu:
1. Lasoo
Digunakan untuk membuat area selection dengan bentuk bebas
2. Polygonal Lasoo
Digunakan untuk membuat area selection berbentuk polygon
3. Magnetic Lasoo
Digunakan untuk membuat area selection dengan cara menempelkan
tepi selection pada area tertentu pada image.
• A.4. Magic Wand Tool
Shortcut keyboard: W
Digunakan untuk membuat area selection yang memiliki warna serupa.Perbedaan toleransi warna dapat diatur pada tool option bar.
B. CROP & SLICE TOOL
• B.1. Crop Tool
Shortcut keyboard: C
Digunakan untuk memangkas image (memotong dan membuang area tertentu dari image)
B.2. Slice Tool
(Shortcut keyboard: K, atau Shift + K untuk mengubah slice)
Terdiri dari 2 jenis yaitu:
1. Slice Tool
Digunakan untuk membuat potongan-potongan dari suatu image
2. Slice Select Tool
Digunakan untuk memilih potongan pada suatu image
C. RETOUCHING TOOL
• C.1. Patch/Healing Brush Tool
(Shortcut keyboard: J, atau Shift + J mengubah tool)
1. Patch Tool
Digunakan untuk mengecat/melukis pada area tertentu image dengan pola (pattern) atau sample tertentu. Cocok untuk memberbaiki image yang rusak.
2. Healing Brush Tool
Digunakan untuk mengecat/melukis image dengan pola atau sample tertentu. Cocok untuk memperbaiki image yang agak rusak.
• C.2. Stamp Tool
(Shortcut keyboard: S, atau Shift + S untuk mengubah tool) terdiri dari 2 jenis yaitu:
1. Clone Stamp Tool
Digunakan untuk melukis image dengan sample image tertentu
2. Pattern Stamp Tool
Digunakan untuk melukis image dengan menggunakan pola tertentu

• C.3. Eraser Tool
(Shortcut keyboard: E, atau Shift + E untuk mengubah jenis eraser)
Terdiri dari 3 jenis yaitu:
1. Eraser
Digunakan untuk menghapus pixel image dan mengembalikannya ke state tertentu.
2. Background Eraser
Digunakan untuk menghapus area tertentu image menjadi transparan.
3. Magic Eraser
Digunakan untuk menghapus area tertentu image yang memiliki warna yang serupa menjadi transparan dengan satu kali klik.
• C.4. Sharpen, Blur, Smudge Tool
(Shortcut keyboard: R, atau Shift + R)
1. Sharpen Tool
Digunakan untuk menajamkan area tertentu pada image.
2. Blur Tool
Digunakan untuk menghaluskan/mengaburkan area tertentu pada image.
3. Smudge Tool
Digunakan untuk menggosok/mencoreng area tertentu pada image
• C.5. Dodge, Burn, Sponge Tool
(Shortcut keyboard: O, atau Shift + O)
1. Dodge Tool
Digunakan untuk menerangkan warna di area tertentu pada image
2. Burn Tool
Digunakan untuk menggelapkan warna di area tertentu pada image
3. Sponge Tool
Digunakan untuk mengubah saturation di area tertentu pada image.
D. PAINTING TOOL
• D.1. Brush Tool
(Shortcut keyboard: B, atau Shift + B untuk mengubah tool) Terdiri dari 2 jenis yaitu:
1. Brush Tool
Digunakan untuk melukis image dengan goresan kuas
2. Pencil Tool
Digunakan untuk melukis image dengan goresan pencil
• D.2. History Brush Tool
(Shortcut keyboard: Y, atau Shift + Y untuk mengubah jenis)
Terdiri dari 2 jenis yaitu:
1. History Brush Tool
Digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari Image
2. Art History Tool
Digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state
history dari image, dengan model artistik tertentu.
• D.3. Gradient, Paint Bucket Tool
(Shortcut keyboard: G, atau Shift + G)
1. Gradient Tool
Digunakan untuk mengecat area yang dipilih (selected area) dengan
perpaduan banyak warna.
2. Paint Bucket Tool
Digunakan untuk mengecat area yang dipilih dengan warna foreground
atau pola tertentu.
E. DRAWING AND TYPE TOOL
1. E.1. Selection Tool
(Shortcut keyboard: A, atau Shift + A untuk mengubah jenis) Terdiri dari 2 jenis yaitu:
1. Path Selection Tool
Digunakan untuk melakukan selection path
2. Direct Selection Tool
Digunakan untuk mengubah anchor dan direction point dari path.
E.2. Type Tool
(Shortcut keyboard: T, atau Shift + T untuk mengubah jenis) Terdiri dari 4 jenis yaitu:
1. Horizontal Type Tool
Digunakan untuk membuat tulisan secara horizontal
2. Vertical Type Tool
Digunakan untuk membuat tulisan secara vertikal
3. Horizontal Type Mask Tool
Digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara horizontal
4. Vertical Type Mask Tool
Digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara vertikal
2. E.3. Pen Tool
1. Pen Tool
(Shortcut keyboard: P, atau Shift + P)
Digunakan untuk membuat path dengan lengkung-lengkung yang halus
2. Freeform Pen Tool
(Shortcut keyboard: P, atau Shift + P)
Digunakan untuk membuat path berbentuk bebas (sesuka kita )
3. Add Anchor Point Tool
Digunakan untuk menambah anchor point atau titik editor pada path
4. Delete Anchor Point Tool
Digunakan untuk menghapus anchor point tertentu pada path
5. Convert Point Tool
Digunakan untuk mengubah anchor dan direction point tertentu pada path
• E.4. Shape Tool
(Shortcut keyboard: U, atau Shift + U untuk mengubah jenis)
1. Rectangle Tool
Digunakan untuk menggambar bentuk segi empat
2. Rounded Rectangle Tool
Digunakan untuk menggambar segi empat melengkung
3. Ellipse Tool
Digunakan untuk menggambar ellipse
4. Polygon Tool
Digunakan untuk menggambar polygon
5. Line Tool
Digunakan untuk menggambar garis lurus
6. Custom Shape Tool
Digunakan untuk menggambar bentuk tertentu dari daftar bentuk yang ada
F. ANNOTATION, MEASURING & NAVIGATION TOOL
• F.1. Notes Tool
(Shortcut keyboard: N, atau Shift + N untuk mengubah jenis)
1. Notes Tool
Digunakan untuk membuat catatan pada image seperti copyright.
2. Audio AnnotationTool
Digunakan untuk membuat suara/audio pada image
• F.2. Eyedropper, Measure Tool
(Shortcut keyboard: I, atau Shift + I)
1. Eyedropper Tool
Digunakan untuk mengambil sample warna pada image untuk warna
foreground
2. Color Sampler Tool
Digunakan untuk mengambil berbagai sample warna pada image
3. Measure Tool
Digunakan untuk mengukur jarak atau sudut pada image
• F.3. Hand Tool
Shortcut keyboard: H
Digunakan untuk menggeser/memindah bidang pandang image di dalam window view area.
• F.4. Zoom Tool
Shortcut keyboard: Z
Digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan image.
• F.5. Background and foreground color
Supaya default tekan tombol D maka warna foreground dan background menjadi putih dan hitam. Untuk menukar warna background dan foreground tekan tombol X.
• F.6. Normal and Quickmask Mode
Normal Mode : Semua fungsi seperti brush akan berjalan seperti biasanya. Quickmask Mode : fungsi brush bisa dipakai untuk seleksi cuman jika setelah proses quickmask maka yang diseleksi malah dibagian luar nya.
• F.7. Screen Mode
Untuk melihat tampilan area kerja windows.

Minggu, 15 Agustus 2010

Dian

seorang wanita yang bisa mengubah hidupku..
seorang wanita yang membuat perubahan yang besar dalam hidupku..
seorang wanita yang sangat kusayangi..
seorang wanita yang telah mendapatkan aku..
seorang wanita yang kucintai setulus hatiku..
seorang wanita yang kelak akan menjadi menjadi pengantinku...
seorang wanita yang kelak akan menjadi bunda dari anak2 ku...

luph u my lovely..

D & D

BISNIS DAN ILMU EKONOMI PERUSAHAAN

1.1. ILMU EKONOMI PERUSAHAAN
Ilmu ekonomi perusahaan adalah bagian dari ilmu ekonomi yang secara khusus mempelajari masalah-masalah dalam ekonomi rumah tangga perusahaan.
1.1.1. ILMU EKONOMI
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Masalah pokok dalam perekonomian timbul Karen adanya scarcity (kelangkaan atau kekurangan ) akibat dari ketidakseimbangan antara keinginan masyarakat dan faktor-faktor produksi yang tersedia. Keinginan yang disertai kemampuan membeli dinamakan permintaan effektif. Analisis ekonomi pada hakikatnya bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana menggunakan faktor-faktor produksi atau pendapatan tertentu agar memberikan kepuasan dan kemakmuran maksimum kepada individu atau masyarakat?
Ada tiga persoalan yang dihadapi dalam setiap perekonomian yaitu:
1. Barang dan jasa apa yang seharusnya diproduksi (what)?
2. Bagaimana memproduksi barang dan jasa tersebut (how)?
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom)?

1.1.2. PERUSAHAAN
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor faktor produksi, untuk menyediakan barang-barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusikannya, serta melakukan upaya-upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.
1.1.2.1. Visi dan Misi
Visi
 Diciptakan melalui pemufakatan/konsensus
 Memberikan pandangan atas sesuatu yang terbaik di masa yang akan datang
 Mempengaruhi oang-orang untuk menuju ke misi
 Tanpa keterbatasan dimensi waktu
Misi
 Mengejawatahkan alasan dan keberadaan perusahaan
 Tidak selalu mencerminkan suatu kinerja
 Tanpa dimensi waktu atau tolak ukur tertentu
Mengejawatahkan kegiatan usaha yang sedang dilakukan dan akan diupayakan.
1.1.2.2.Tujuan (Objectives) dan sasaran (Goals)
Tujuan merupakan pernyataan tentang keinginan yang akan dijadikan pedoman bagi manajemen puncak perusahaan untuk meraih hasil tertentu atas kegiatan yang dilakukan dengan dimensi waktu tertentu.
Sasaran adalah pernyataan yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk menentukan arah perusahaan dalam jangka panjang.
1.1.2.3. Barang dan Jasa
Barang dapat dibedakan menjadi benda yang dapat diraba dan dilihat secara fisik (seperti halnya baju, televise, dll) dan sesuatu yang tidak dapat diraba serta dilihat.
Sedangkan Jasa merupakan layanan seseorang/instansi untuk memenuhi keinginan masyarakat.
1.2. UNSUR-UNSUR PENTING DALAM AKTIVITAS EKONOMI
1. Keinginan manusia
2. Faktor-faktor produksi
3. Cara-cara berproduksi (techniques of production)

1.3. TEMPAT KEDUDUKAN DAN LETAK PERUSAAAN
1.3.1. Tempat Kedudukan Perusaaan
Adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, dsb.
1.3.2. Letak Perusahaan
Adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisikpabrik dan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktorpenting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama kaitannya dengan biaya.
1.3.3. Jenis-jenis Letak Perusahaan
Dibedakan menjadi empat, yaitu:
1. Terikat keadaan alam
2. Terikat sejarah
3. Terikat oleh pemerintah
4. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi

1.4. PERUSAHAAN DAN LEMBAGA SOSIAL
Dalam pendekatan ekonomi, pemisalan terpenting dalam menganalisis kegiatan perusahaan adalah perusahaan akan melakukan kegiatan produksinya hingga mencapai tingkat keuntungan maksimum. Disisi lain perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat yang disebut lembaga sosial.
1.4.1. Tujuan Pendirian Perusahaan
Secara umum tujuan pendirian perusahaan dibedakan menjadi tujuan ekonomis dan tujuan sosial. Tujuan ekonomis berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya. Sedangkan tujuan sosial, perusahaan harapakan untuk memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia faktor produksi, maupun masyarakat luas. Kedua tujuan perusahaan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu memberikan kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.
1.4.2. Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu system karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi.

1.4.3. Lingkungan Perusahaan
Secara umum lingkungan perusahaan dapat dibedakan menjadi lingkungan eksternal dan lingkungan internal.
1. Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan adalah faktor-faktor di luar dunia usaha yang mempengaruhi kegiatan perusahaan. Lingkungan eksternal dapat dibedakan menjadi lingkungan eksternal makro dan lingkungan eksternal mikro.lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha, seperti:
 Keadaan alam
 Politik dan Hankam
 Hukum
 Perekonomian
 Pendidikan dan tekhnologi
 Sosial dan budaya
 Kependudukan
 Hubungan Internasional
Sedangkan lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha, seperti:
 Pemasok/supplier yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan
 Perantara
 Teknologi yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja
Pasar sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan
2. Lingkungan Internal
Lingkungan internal faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi, seperti:
 Tenaga kerja
 Peralatan dan mesin-mesin
 Pemodalan
 Bahan mentah
System informasi dan administrasi
1.4.4. Fungsi-fungsi Perusahaan
Didalam mencapai tujuan dikenal dua fungsi perusahaan, yaitu fungsi operasi dan fungsi manajemen.
Termasuk fungsi operasi adalah:
1. pembelian dan produksi 6. administrasi
2. pemasaran 7. teknologi informasi/komputasi
3. keuangan 8. transformasi dan komunikasi
4. akuntansi 9. pelayanan umum
5. akuntansi 10. hokum/perundang-undangan dan Humas
Termasuk fungsi manajemen adalah:
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
Pengendalian
1.4.5. Ciri-ciri Perusahaan
Pada umumnya ciri-ciri perusahaan berkenaan dengan variable-variabel berikut:
 Operatif
 Koordinatif
 Reguler
 Dinamis
 Formal
 Lokasi
 Pelayanan bersyarat




KEWIRASWASTAAN DAN PERUSAHAAN KECIL

2.1. KEWIRASWASTAAN, WIRASWASTA, WIRASWASTAWAN
Kewiraswastaan adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan usaha untuk emulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Wiraswasta yaitu penyediaan lapangan kerja atau disebut pemilik modal. Wiraswastawan yaitu bidang usaha atau perusahaan yang dibangun oleh seseorang dan kepribadian tertentu.





2.2. PERUSAHAAN KECIL DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Perusahaan kecil memegang peran penting dalam komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika, Inggris, Jepang, dsb) menunjukkan bahwa komunitas perusahaan kecil memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak, penyedia lapangan kerja,dll.
2.2.1. Cara Memasuki Perusahaan
Secara umum ada tiga cara untuk memasuki perusahaan dan menjadikannya hak milik, yaitu:
1. Membeli perusahaan yang telah dibangun
2. Memulai perusahaan baru
Membeli hak lisensi (FRANCHISING/WARALABA)

2.3. PERKEMBANGAN FRANCHISING DI INDONESIA
Perkembangan usaha wiralaba di Indonesia saat ini dan di masa mendatang mempunyai prospek yang baik dan semakin pesat kemajuannya, karena dapat memberikan manfaat bagi franchisor dan franchiseenya mampu bagi konsumen (mendapat jaminan produk yang bermutu), menyediakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja baru bagi angkatan kerja Indonesia. Disamping itu usaha wiralaba dapat pula memperluas sarsana dan akses pasar bagi produk-produk dan Jasa Indonesia.
Pengembangan usaha menggunakan system wiralaba dapat mendorong berkembangnya spesialisasi dan modernisasi usaha tradisional, menumbuhkan kreatifitas dan mengembangkan inovasi berusaha, sehingga pada gilirannya akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produksi barang dan jasa Indonesia dan dapat meningkatkan efisiensi usaha, distribusi, serta nilai tambah dalam aktivitas produksi Indonesia.
Franchise local, misalnya:
 Fast food
 Restaurant/café/bar
 Pizza/ es krim/ donut/ cakes

Franchise asing, misalnya:
 Fast food
 Restaurant/café/bar
 Pizza/ es krim/ yoghurt/ donut
 Soft drink

2.4. CIRI-CIRI PERUSAHAAN KECIL
 Manajemen berdiri sendiri
 Investasi modal terbatas
 Daerah operasinya local
 Ukuran secara keseluruhan relatif kecil

BENTUK-BENTUK BADAN
USAHA

3.1. BENTUK YURIDIS PERUSAHAAN
Beberapa bentuk badan usaha yang dikenal di Indonesia adalah perusahaan perseorangan, Firma, perseroan komanditer, perseroan terbatas, perusahaan Negara, dan koperasi.
3.1.1. Perusahaan Perseorangan.
Kebaikan perusahaan perseorangan :
 Mudah dibentuk dan dibubarkan
 Bekerja dengan sederhana
 Pengolahannya sederhana
 Tidak perlu kebijaksanaan pembagian laba
Kelemahan perusahaan perseorangan:
 Tanggung jawab tidak terbatas
 Kemampuan manajemen terbatas
 Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan
 Sumber dana hanya terbatas pada pemilik
Resiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri
3.1.2. Firma
Kebaikan firma:
 Prosedur pendirian relatif mudah
 Mempunyai kemampuan financial yang lebih besar
 Keputusan bersama dengan pertimbangan seluruh anggota firma
Kelemahan firma:
 Utang-utang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi
Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin
3.1.3. Perseroan Komanditer
Kebaikan perseroan komanditer :
 Pendiriannya relative mudah
 Modal yang dapat dikumpulkan lebih banyak
 Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar
 Manajemen dapat didiversifikasikan
 Kesempatan untuk berkembang lebih besar
Kelemahan perseroan komanditer :
 Tanggung jawab tidak terbatas
 Kelangsungan hidup tidak terjamin
 Sukar untuk menarik investasinya
3.1.4. Perseroan Terbatas
Kebaikan perseroan terbatas
 Kelangsungan hidup perusahaan terjamin
 Terbatasnya tanggung jawab sehingga tidak menimbulkan resikobagi kekayaan pribadi
Kelemahan perseroan terbatas :
 Biaya pendiriannya relative mahal
 Rahasia tidak terjamin
 Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham
3.1.5. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Ciri-ciri utama dari BUMN adalah :
 Tujuan utama usaha adalah melayani kepentingan umum
 Berstatus badan hokum
 Pada umumnya bergerak pada bidang jasa-jasa vital
 Mempunyai nama dan kekayaan sendiri
 Dapat dituntut dan menuntut
 Seluruh atau sebagian modalnya dimiliki Negara
Pada prinsipnya secara financial harus dapat berdiri sendiri
3.1.6. Koperasi
Prinsip koperasi :
 Keanggotaan bersifat sukarela
 Pengelolaan dilakukan secara demokratis
 Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil
 Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
 Kemandirian

3.2. LEMBAGA KEUANGAN
3.2.1. Bank
Menurut UU no.7 tahun 1992, bank adalah badan usaha yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Jenis-jenis lembaga perbankan menurut fungsinya:
1. Bank Sentral 4. Bank Pembangunan
2. Bank Umum 5. Bank Perkreditan Rakyat
3. Bank Tabungan 6. Bank Campuran

Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)
LKBB merupakan badan yang yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun serta memberikan pinjaman jangka menengah (1-5 tahun) dan jangka panjang.




MANAJEMEN DAN
ORGANISASI

Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan suatu proses yang melibatkan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.Fungsi-fungsi Manajemen
a. Perencanaan
Perencanaan mempunyai bentuk-bentuk berikut:
1. Tujuan 4. Strategi
2. kebijakan 5. Aturan
3. Strategi 6. Program
b. Pengorganisasian
Pengorganisasian mencakup kegiatan-kegatan :
1. membagi pekerjaan 3. mendelegasikan wewenang
2. mengelompokkan pekerjaan 4. mengembangkan mekanisme
c. Pengarahan
Kegiatan pengarahan banyak menyangkut masalah pemberian motivasi kepada bawahan, masalah kepemimpinan, serta masalah pengembangan komunikasi.
d. Pengendalian
Pengendalian merupakan aktivitas untuk menemukan, menoreksi adanya penyimpangan-penyimpangan dari hasl yang dicapai, dibandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya.
Organisasi
Organisasi merupakan alat manajemen untuk mencapai tujuannya. Organisasi adalah bentuk perserikatan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam organisasi terdapat tiga faktor atau unsur penting, yaitu :
1. Adanya sekelompok orang
2. Adanya hubungan dan pembagian kerja dantara merek
3. Adanya tujuan yang ingin dicapai
Bentuk-bentuk organisasi yaitu :
1. organisasi garis
2. organisasi garis dan staf
3. organisasi fungsional





PEMASARAN

Pemasaran merupakan tugas terakhir dari kegiatan ekonomi dalam memuaskan kebutuhan hidup manusia. Pemasaran berfungsi untuk menemukan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh manusia serta menjual barang dan jasa tersebut ketempat konsumen berada pada waktu yang diinginkan, dengan harga yang terjangkau tetapi tetap menguntungkan bagi perusahaan yang memasarkan.

5.1. Pengertian Pasar dan Pemasaran
Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli
Pemasaran memiliki arti yang berbeda-beda :
a. Menurut Kotler, pemasaran adalah kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
b. Menurut Stanton, pemasaran meliputi seluruh system yang berhubungan dengan kegiatan kegiatan untuk merencanakan dan menentukan harga.
Menurut American Marketing Asociation, pemasaran merupakan pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

5.2. Tujuan Sistem Pemasaran
ada empat alternative yang menjadi tujuan system pemasaran, yaitu:
a. memaksimalkan konsumsi
b. memaksimalkan kepuasan konsumen
c. memaksimalkan pilihan
d. memaksimalkan kualitas hidup



MANAJEMEN PRODUKSI

6.1. Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahansecara efektif dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang dan jasa.

6.2. Pengertian Produksi
istilah produksi dipergunakan dalam organsasi yang menghasilkan keluaran atau output berupa barang atau jasa. Secara umumproduksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output). Pengertian produksi dalam ekonomi mengacu pada kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan panambahan kegunaan atau utilitas suatu barang dan jasa.

6.3. Proses Produksi
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:
1. Kelangsungan Hidup
a. Produksi terus menerus (Continius Production)
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang. Seperti penggergajian kayu mengubah balok menjadi papan, karet menjadi ban, dsb.
b. Produksi yang terputus-putus (Intermitten Production)
Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan pemesan.

6.4. Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil, terdapat empat macam pengambilan keputusan, yaitu :
1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti (certainty)
2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainty)
4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.



AKUNTANSI BIAYA DAN
HARGA POKOK


7.1. Peranan dan Tujuan Akuntansi Biasa
Sebagai perangkat akuntansi, akuntansi biaya dapat digunakan untuk berbagai tujuan berikut :
 Pemilihan alternative/pengambilan keputusan
 Perencanaan laba
 Pengendalian biaya
 Penetapan harga

7.2. Biaya dan Harga Pokok
Biaya yaitu satuan nilai yang dikorbankan dalam suatu proses produksi untuk mencapai suatu hasil produksi. Beban arus barang dan jasa yang dibebankan kepada pendapatan (revenue) untuk menentukan laba (income), atau harga perolehan yang dikorbankan dalam rangka memperoleh penghasilan dan dipakai sebagai pengurang penghasilan disebut beban (expense), sedangkan nilai uang dari alat-alat produksi yang dikorbankan disebut harga pokok.
7.2.1. Tujuan Perhitungan Harga Pokok
Tujuan utama perhitungan harga pokok adalah :
a. Memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk membuat perencanaan jangka pendek yang optimal dalam bidang penjualan dan produksi
b. Memperoleh data dan informasi untuk pengendalian proses produksi, terutama dengan maksud melakukan penghematan dalam perusahaan.


7.3. Konsep Biaya dan Harga Pokok
Biaya dapat dikelompokan atas dasar hubungan berikut:
1. Biaya dalam Hubungannya dengan Produk
a.Biaya Pabrikasi
Terdiri dari 3 unsur, yaitu:
1. Bahan baku langsung
2. Tenaga kerja langsung
3. Overhead pabrik
b.Biaya non Pabrikasi
Biaya ini dapat dibedakan atas:
1. Biaya Pemasaran (Marketing Expense)
2. Biaya administrasi dan umum (Administration and Public Expense)
3. Biaya keuangan (Financial Expense)

2. Biaya dalam Hubungannya dengan Volume Produksi
a. Biaya Variabel (Variable costs)
Biaya variabel terdiri dari :
1. biaya perlengkapan 5. biaya penerimaan barang
2. biaya bahan baker 6. biaya pengangkutan dalam pabrik
3. biaya sumber tenaga 7. biaya komunikasi
4. biaya perkakas kecil 8. upah lembur
b. Biaya Tetap (Fixed Cost)
biaya tetap terdiri dari:
1. gaji eksekutif produksi 4. amortisasi paten
2. biaya penyusutan 5. asuransi aktiva tetap dan kewajiban
3. pajak bumi dan bangunan 6. gaji satpam dan pesuruh pabrik
c. Biaya Semi Variabel (Semi Variable Cost)
adalah biaya yang mengandung unsure-unsur tetap dan variable.

3. Biaya dalam hubungannya dengan departemen Pabrikasi
a. Departemen Produksi (Production Department)
Biaya departemen produksi dapat di golongkan sbb:
1. biaya departemen pencampuran bahan
2. biaya departemen dapur
3. biaya departemen cetak
b. Departemen Jasa (Service Department)
Biaya departemen jasa dapat digolongkan sbb:
1. biaya departemen gudang bahan
2. biaya departemen reparasi dan pemeliharaan
3. biaya departemen listrik
4. biaya departemen umum pabrik

4. Biaya berdasarkan dapat atau tidaknya dikendalikan
a. Biaya Terkendalikan (Controlable Costs)
Biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh pimpinan dalam jangka waktu tertentu
b. Biaya Tidak Terkendalikan (Uncontrolable Costs)
Biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh pimpinan berdasarkan wewenanang yang dia miliki.

5. Biaya Dalam Hubungannya Dengan Tujuan Pengambilan keputusan
a. Biaya Relevan (Relevevant Costs)
Biaya yang dikeluarkan dimasa yang akan datang dan terdiri dari beberapa alternative
b. Biaya tidak Relevan (Irrelevan Costs)
Biaya yang dengan keputusan apapun tdak akan berubah.

6. Berdasarkan Periode Penentuan Biaya
a. Biaya Masa Lalu (Historical Costs)
Biaya yang sudah dikeluarkan atau telah terjadi.
b. Biaya masa depan
biaya yang diperlukan dalam periode yang akan datang.

7. Biaya yang digolongkan Atas Dasar Objek atau Pusat Biaya
a. Biaya Langsung (Direct Cost)
Biaya yang terjadi atau manfaatnya dapat di identifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu
b. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
Biaya yang terjadi atau pemanfaatannya tdak dapat di identifikasi pada obyek atau pusat biaya tertentu.


7.4. Perhitungan Harga Pokok
Ada dua cara yang digunakan dalam penetapan harga pokok:
1. Cara Pembagian
Dapat digunakan untuk perusahaan yang membuat satu jenis produk.
Harga Pokok = Total Biaya Seluruhnya
Total barang yang Dihasilkan

2. Cara Angka Perbandingan Nilai
a. Angka Perbandingan Nilai Atas Dasar Bahan Mentah
b. Angka Perbandingan Nilai Atas Dasar Tenaga Kerja




ANALISIS BREAK
EVEN POINT



Salah satu alat analisis yang dapat digunakan adalah analisis titik pulang pokok (break even point = BEP). Titik pulang pokok adalah keadaan suatu usaha ketika tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi. Bila kondisi titk pulang pokok tercapai, jumlah penghasilan yang diperoleh sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan, atau marjin kontribusi hanya dapat menutupi biaya tetap.
8.1. Pendekatan dalam Menghitung Titik Impas
8.1.1. Pendekatan Persamaan
Pada pendekatan persamaan digunakan rumus :
Y= cx – bx - a
Dalam hal ini :
Y = laba cx = hasi penjualan
c = harga jual per unit bx = biaya variabel total
x = jumlah produk yang dijual
b = biaya variable per satuan
a = biaya tetap total
Titik impas akan terjadi pada Y = 0, sehingga :
0 = cx – bx –a
a = cx –bx
d sa = x (c-b)

8.1.2. Pendekatan Marjin Kontribusi
Untuk metode ini terlebih dahulu dihitung marjin kontribusi dengan cara :
1. Mengurangkan Nilai penjualan total (total revenue =TR) dengan biaya variable total (total variable cost = TVC)
2. Mengurangkan harga jual per unit dengan biaya variable per unit guna menghitung marjin kontribusi per unit


8.1.3. Pendekatan Grafik
Dalam pendekatan grafik, titik pulang pokok digambarkan sebagai titik perpotongan antara garis penjualan dengan garis biaya total (biaya total = biaya tetap total + biaya variable total).

8.2. Perhitungan Titik Impas dengan Adanya Perubahan-perubahan
8.2.1. Perubahan Laba
Perhitungan titk impas dengan adanya perubahan pada laba yang diharapkan, dilakukan dengan rumus berikut:
Penjualan Baru = Biaya tetap total + Laba
1 - Biaya variabel total
Penjualan lama
8.2.2. Perubahan Biaya
Bila terjadi kenaikan maupun penurunan biaya tetap, rumus perhitungan titik impas yang digunakan tetap sama.


KONSEP NILAI WAKTU
DARI UANG

Seiring dengan pesatnya perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang (time value of money) telah mendapat tempat yang demikian penting. Berikut adalah contoh terapan yang terkait dengan konsep nilai waktu dari uang :
 Tabungan
 Pinjaman Bank
 Berbagai jenis kredit seperti kredit perumahan, kredit kendaraan bermotor, dan kredit barang konsumsi lainnya
 Asuransi
 Pemilihan alternatif beli atau sewa (Leasing)
 Penilaian proyek
 Penilaian saham, obligasi, dan instrument-instrumen keuangan lainnya
Dalam kaitannya dengan konsep nilai waktu dari uang, terdapat suatu ungkapan sederhana yang menyatakan bahwa “Satu rupiah yang kita terima saat ini lebih berharga dari satu rupiah yang akan kita terima pada satu tahun yang akan datang”.

9.1. Nilai yang Akan Datang (Future Value)
Nilai yang akan datang menunjukkan besarnya nilai uang yang ada saat ini bila diproyeksikan ke masa mendatang. Nilai uang di masa mendatang dapat berbeda dengan nilai uang saat ini oleh karena beberapa hal. Andaikan seorang membeli surat berharga senilai $ 1000,- dan memperoleh bunga 10% per tahun. Berapakah yang akan diterimanya?
Po = Pokok, atau jumlah awal pada tahun ke 0 = $ 1000,-
r = tingkat diskonto = tingkat bunga = 10 %
Po*r = bunga yang diperoleh
FV‹r,n› = nilai pada akhir tahun ke-n dengan tingkat bunga r %
Maka untuk n = 1, FV (r,n) dapat di hitung sebagai berikut
FV(r,1)= Po + Po*r
= Po (1+r)
maka
FV‹10%,1› = $ 1000 (1+0,1)
= $ 1100
9.2. Nilai Sekarang (Present Value)
Pada prinsipnya konsep nilai sekarang adalah kebalikan dari konsep nilai yang akan datang. Konsep ini menyatakan besarnya nilai saat ini untuk uang yang kita terima kita bayar dimasa yang akan datang.
Dalam kaitannya dengan konsep nilai yang akan datang, nilaisekarang dapat dicari dengan formulasi berikut:

FV = P0 (1+r)n
P0 = FV
(1+r)n

9.3. Nilai Masa Datang dan Nilai Sekarang
Faktor bunga nilai sekarang PVIF(r,n) yaitu persamaan untuk diskonto dalam mencari nilai sekarang merupakan kebalikan dari faktor bunga nilai masa depan FVIF(r,n) untuk kombinasi r dan n yang sama. Dengan kata lain :
PVIFr,n =

9.4. Anuitas (Annuity)
Anuitas adalah serangkain pembayaran dalam jumlah yang tetap untuk suatu jangka waktu tertentu. Bila pembayaran dilakukan pada akhir periode disebut anuitas biasa atau anuitas dengan pembayaran tertunda (deffered payment annuity). Pembayaran yang dilakukan diawal tiap periode disebut annuitas terhutang (annuity due).

9.4.1. Anuitas Biasa
Suatu janji untuk pembayaran jumlah tertentu (misalkan $ 1000) per tahun selama 3 tahun dan bila tiap pembayaran dilakukan pada tiap akhir tahun disebut annuitas biasa.
Jika dinyatakan secara aljabar, dengan Sn adalah nilai masa depan dari anuitas, PMT (Payment) sebagai pembyaran periodic, n sebagai jangka waktu anuitas dan FVIFA(r,n) sebagai faktor bunga nilai masa depan dari anuitas (future Value Interest Factor fr an Annuity = FVIFA), maka:

Sn = PMT (1+r)n-2 + … +PMT(1+r)1 + PMT(1+r)0
Sn = PMT[(1+r)n-1 + … +(1+r)1 +(1+r)0]
Sn = PMT n-1
Sn = PMT(FVIFAr,n)

9.4.2. Anuitas Terhutang
Bila ketiga pembayaran sebesar masing-masing $1000 yang dilakukan pada awal tahun, maka keadaan ini disebut anuitas terhutang (annuity due). Setiap pembayaran dimajemukan untuk tambahan satu tahun dan nilainya dihitung dengan cara mengalihkan PMT(FVIFA(r,n)) dengan (1+r).

9.4.3. Nilai Sekarang Anuitas
Nilai sekarang dari pembayaran pertama adalah PMT [1/(1+r)]2 dan demikian seterusnya. Nilai sekarang dari anuitas n tahun kita sebut An dan faktor bunga nilai sekarang anuitas (Present Value Interest Factor for an Annuity) kita sebut PVIFA¬(r,n) . Dengan demikian kita bisa menyusun persamaan-persamaan berikut:
An = PMT + PMT + … + PMT
An = PMT
An = PMT
An = PMT(PVIFAr,n)

9.4.4. Nilai Sekarang dari Anuitas Terhutang
Setiap pembayaran maju satu periode, nilai sekarangnya (PV) akan menjadi lebih tinggi. Untuk menghitungnya, persamaan di atas dimodifikasi menjadi:
An(Anuitas terhutang) = PMT(PVIFA¬(r,n))(1+r)

9.4.5. Anuitas Abadi
Sebagian besar anuitas terbatas jangka waktunya secara definitive misalnya 3 tahun atau 5 tahun, tetapi terdapat juga anuitas yang berjalan terus secara infinitive, disebut anuitas abadi (perpetuities). Nilai sekarang dari anuitas abadi adalah:
Nilai sekarang anuitas abadi =

9.4.6. Nilai Sekarang dari Seri Pembayaran yang Tidak Rata
Persamaan umum berikut ini bisa digunakan untuk mencari nilai sekarang dari seri pembayaran yang tak rata:

Nilai sekarang anuitas abadi =
Dengan PMTt adalah pembayaran ditahun t.

PV= PMTt(PVIFr,t)

9.4.7. Periode Pemajemukan Tengah Tahunan atau Periode Lainnya
Bila suku bunga nominal diketahui, maka suku bunga efektif dapat dihitung dengn persamaan:
Suku bunga tahunan efektif =
Dalam hal ini rnom adalah tingkat bunga nominal dan m adalah banyaknya periode pamajemukan dalam setahunnya. Dari uraian pemajemukan tengah tahunan diatas, bias ditarik kesimpulan bahwa dalam hal periode pemajemukan yang frekuensinya lebih dari satu kali setahun, kita gunakan versi persamaan yang telah dimodifikasi:
pemajemukan tahunan: FVn = PV(1+r)n
Pemajemukan tahunan : FVn = PV(1+r)n
Pemajemukan yang lebih sering: FVn = PV

9.4.8. Amortisasi Pinjaman (Amortized Loans)
Salah satu peerapan bunga yang majemuk adalah pinjaman yang harus diangsur dalam jangka waktu tertentu. Sebagai contoh pinjaman konsumtif untuk pembelian rimah, mobl, dan pijaman untuk usaha lainnya. Pinjaman yang harus diangsur dalam jumlah-jumlah yang sama pada tiap periodenya (bulanan, triwulanan, atau tahunan) disebut pinjaman ang diamortisaskan.
• Beberapa persamaan pokok yang digunakan dalam analisis keuangan adalah
 Nilai Masa depan : FVn = PV(1+r)n = PV(FVIFr,n)
 Nilai sekarang : PV = FVn = FVn(1+r)-n
PV = FVn(PVIFr,n)


 Nilai masa depan (anuitas): Sn = PMT n-1
Sn = PMT
Sn = PMT(FVIFAr,n)

 Nilai sekarang (anuitas): An = PMT
An = PMT
An = PMT(PVIFAr,n)

 Nilai sekarang: An =



MANAJEMEN KEUANGAN
PERUSAHAAN

10.1. Peran dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan
Peran dan tanggung jawab manajer keuangan meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendalian, keseimbangan kas perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan. Secara keseluruhan tanggung jawab utamanya adalah meningkatkan nilai perusahaan atau kata lain bagaimana meningkatkan kesejahteraan para pemegang perusahaan.

10.1.1. Penganggaran Modal (Capital Budgeting)
Seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkenaan dengan pengeluaran dana yang jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun disebut “Capital Budgeting”(Penganggaran Modal).
Penganggaran modal memiliki arti penting bagi perusahaan karena:
1. Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka panjang, artinya perusahaan harus menunggu jangka panjang sampai keseluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali.
2. Investasi dalam aktiva tetap tetap menyankut harapan terhadap hasil penjualan dimasa yang akan datang.
3. Pengeluran dana untuk keperluan tersebut pada umumnya melibatkan jumlahyang besar yang mungkin tidak dapat diperoleh dalam jangka pendek dan sekaligus.





10.1.2. Penggolongan Investasi Aktiva Tetap dan Pemilihan Alternatif
1.Investasi penggantian
Dalam hal ini suatu aktiva yang sudah aus (Wear-out) atau usang(absolute) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan.
2. Investasi penambahan kapasitas
Misalnya usul penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru. Investasi ini juga bersifat investasi pengganti. Contohnya mesin yang sudah tua diganti mesin baru yang lebih besar kapasitasnya dan yang lebih efisien.
3. Investasi penambahan jenis produk baru
Investasi ini mempunyai tingkat ketidakpastian yang besar karena menyangkut produk baru disamping produk yang telah di produksi.
4. Investasi lain-lain
Investasi ini adalah usulan investasi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas, misalnya investasiuntuk pemasangan alat pemanas(heater), alat pedingin (air conditioner), dan lain-lain.
10.1.3. Metode Penilaian Investasi
Penganggaran modal (capital budgeting) menempati posisi penting, karena sebelum perusahaan memutuskan akan melakukan suatu usulan investasi tertentu sangat perlu melakukan evaluasi atas kekayaan investasi tesebut. Beberapa penggolongan etode yang dapat digunakan dengan kelebihan serta kelemahannya masing-masing akan dibahas pada bagian berikut:
1. Metode yang mendasarkan perhitungan atas keuntungan akuntansi,
Contoh: Average Rate of Return (Accounting Rate of Return)
2. Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar cash flow (arus kas)
Contoh: Pay Back Period Method, Internal Rate of Return, Net Present Value, dan Profitability Index.
Perbedaan pengertian Keuntungan Akuntansi dan Cash Flow (Aliran/Arus kas)
Keuntungan akuntansi yang dimaksud disini adalah laporan pembukuan laba bersh dari hasil operasi/non operasi setelah dikurangi pengeluaran pajak.
Aliran kas untuk tujuan penganggaran modal didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal perusahaan. Secara aljabar, definisi tersebu dapat diuraikan sebagai :
Aliran(arus) Kas = EBIT – T ( EBIT) + Depresiasi
= (1-T) EBIT + Depresiasi
= EAT + (1 – T) I + Depresiasi
dengan:
EBIT = Earning Before Interest & Taxes(Laba sebelum bunga dan pajak)
EBIT = TR – TVC – TFC
EAT = Total Revenue/Penjualan
TVC = Biaya Variabel Total (Total Variable Cost)
TFC = biaya Tetap Total (Total Fixed Cost); termasuk biya depresiasi
T = tingkat pajak yang berlaku bagi perusahaan
I = Peubahan beban bunga

Pada kasus investasi yang dibiayai seluruhnya oleh modal sendiri, atau dengan perkataan lain investasi tersebut tidak dengan utang, maka formulasinya data ditulskan kembali menjadi:

Aliran Kas = EAT + Depresiasi

10.1.4. Arus Kas Masuk (Cash Inflow) & Arus Kas Keluar (Cash Outflow)
Setiap usulan pengeluaran modal (Capital Expenditure) selalu mengandung dua macam aliran kas, yaitu:
1. Aliran kas keluar netto (Net cash outflow), yaitu aliran uang tunai yang dibutuhkan untuk investasi baru.
2. Aliran kas mask netto (Net cash inflow), yaitu aliran uang tunai masuk sebagai hasil dari investasi baru dan sering pula disebut net cash proceeds/proceeds.

10.1.5. Metode Accounting Rate of Return/Averaga Rate of Return
Kelebihan metode ini adalah:
 Sederhana dan mudah dimengerti
 Metode ini menggunakan data akuntansi yang sudah tersedia sehingga tidak memerlukan perhitungan tambahan
Kelemahan utama dari metode ini adalah:
 Tidak memperhitungkan “time value of money”
 Menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan pada arus kas dar yang besangkutan
 Merupakan pendekatan jangka pendek dengan menggunakan angka rata-rata yang dapat menyesatkan
 Kurang memperhitungkan jangka waktu investasi

Suara Tiga Mantan

Tunggu Pinangan PSMS
MEDAN-Prestasi PSMS memang sedang tak bagus, namun bvukan berarti kecintaan pada klub yang berjuluk Ayam Kinantan ini luntur.
Buktinya, tiga mantan PSMS berminat untuk pulang kampung. Tiga pemain yang dimaksud tak lain Aun Carbini, Fadli Hariri, dan Legimin Raharjo.
“Saya masih menginginkan memperkuat PSMS karena kecintaan saya. Apalagi keluarga saya tinggal di Medan,” ungkap Aun kepada Sumut Pos.
Tak jauh berbeda dengan Aun, Fadli pun menyuarakan hal yang sama. Kini, pemain yang masih milik Pro Titan alias Pro Duta tersebut masih menunggu pinangan pengurus PSMS.
“Saya berharap pengurus serius soal itu dan melakukan pembicaraan dengan Sihar (pemilik Pro Titan, Red),” kata Fadli.
Pernyataan kedua pemain yang masih dimiliki Pro Titan ini harusnya disikapi langsung oleh pengurus. Bagaimana pun, Aun dan Fadli memiliki sejarah yang baik di PSMS.
Sekretaris Umum PSMS Idris SE tak membantah hal tersebut. Menurutnya, pengurus memang telah mengadakan kontak dengan pihak Pro Titan. Namun, bergabungnya Aun dan Fadli ke Kebun Bunga harus melalui proses. Ya, dengan kata lain, perkembangan di lapangan dan pemikiran pelatih bisa menjadi catatan untuk kedua pemain tersebut.
“Nama pemain yang kita rekrut kan harus melalui pelatih dan kemudian dibincangkan dengan pengurus, jadi kita tak bisa asal ambil,” kata Idris.
“Selain itu, PSMS mencari pemain yang memeliki daya sabar tinggi dan tidak seorang pemain yang suka mengeluh,” tambah Idris.
Sementara itu, mantan pemain PSMS Legimin Rahardjo kini dalam posisi free. Ya, pemain senior ini ternyata belum menentukan sikap untuk membela klub apa di musim mendatang. Usut punya usut, Legimin yang berlibur sepakan di Medan ini ternyata masih menunggu pinangan PSMS.
“Kemarin manajemen Persik menawarkan perpanjangan kontrak. Mereka hendak memberi uang panjar, tetapi saya tolak, saya masih menunggu pinangan dari PSMS,” kata Legimin.
Karena itu, Legimin meminta pengurus untuk lebih serius dengan tekad membawa kemabali anak Medan yang ‘merantau’. Selain Legimin, sebelumnya pengurus memang sempat mewacanakan akan menarik kembali Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, dll.
“Kalau pengurus PSMS serius mengharapkan semua pemain kembali, setidaknya sudah pernah dibicarakan sebelum ini. Tapi, kenyataannya kosong,” kata bapak satu anak ini.
Idris memaklumi apa yang diungkapkan Legimin. Menurut manajer Sumut FC ini, usaha untuk menarik kembali bintang PSMS tersebut sudah ada, namun masih ada kendala.
“Saya pernah menelpon dia (Legimin, Red), api dia minta harga mahal. Makanya, saya berhenti mengejar dia. Sekarang yang kita proritaskan pemain yang mudah diatur dan tak banyak permintaan,” pungkasnya. (mag-5)

Sabtu, 14 Agustus 2010

SMeCK HOOLIGAN

Kelompok Suporter yang berpusat di Medan ini didirikan dengan satu tujuan yaitu untuk mendukung PSMS Medan.  Kelompok suporter ini berdiri pertama kali pada tanggal 30 september 2003 dan berganti nama menjadi SMeCK HOOLIGAN pada 26 september 2008.
SMeCK HOOLIGAN saat ini memilik sekretariat yang berada di Jln. S.M. raja Gg. Angkir No. 7 Medan.
Ketua Umum SMeCK HOOLIGAN saat ini ialah Saudara Nata Simangunsong.  SMeCK HOOLIGAN sendiri telah memiliki beberapa cabang atau yg lebih dikenal dengan Nama BASIS yang tersebar di seluruh Medan dan Sumatera Utara.  Bahkan baru-baru ini telah dideklarasikan SMeCK HOOLIGAN Jabodetabek-Bandung yang bermarkas di Tangerang dan disusul dengan beberapa usulan dan permohonan untuk membuka BASIS di wilayah Bogor, Bali, Dan Makassar.
bahkan di daerah Medan Utara yg notabene dikuasai oleh kelompok suporter PSMS lainnya yang berseberangan dengan SMeCK juga terdapat basis, diantaranya SMeCK Hooligan Medan labuhan, Medan helvetia, dan Medan Barat. Untuk wilayah pendidikan juga telah terdapat Basis dari SMeCK diantaranya : SMeCK HOOLIGAN YPSA, SMA N 14 Medan, Dharmawangsa, SMA N 6 Medan, SMA N 10 Medan, dan SMP N 11 Medan.

Dalam mendukung PSMS Medan, SMeCK HOOLIGAN di pimpin seorang panglima aksi yang bernama Saut Naibaho atau yg lebih dikenal dengan nama PEBE atau Pak Baho.
SMeCK juga memilik KorLap yg bertugas untuk mengamankan pertandingan dari aksi pelemparan yg dilakukan oleh penonton.

SMeCK HOOLIGAN Berjanji akan terus mendukung PSMS Medan Sampai Kiamat.
Jayalah PSMS Ku..!!
Jayalah SMeCK Ku..!!